Pernah menemui istilah Dolar Komoditas atau Comdoll? Dalam dunia
Forex, Dolar Komoditas seringkali dikaitkan dengan Dolar Kanada,
Dolar Australia dan Dolar Selandia Baru. Kalau diperhatikan, ternyata
ketiga mata uang tersebut punya keterkaitan dengan pergerakan harga
komoditas global. Jadi, kalau Anda gemar trading Emas atau
Oil (minyak), maka Dolar Komoditas bisa jadi tambahan pundi-pundi
profit.
Pengertian Dasar Dolar Komoditas
Secara umum, Dolar Komoditas adalah serangkaian mata uang
dari negara-negara yang memiliki cadangan komoditas berharga dan
berlimpah. Kegiatan perdagangan negara tersebut sebagian
besar berasal dari aktivitas ekspor komoditas terkait. Sehingga,
kekuatan ekonomi mereka secara tidak langsung ditentukan oleh
pergerakan harga komoditas di pasar internasional.
Dengan pengertian di atas, berarti Indonesia juga termasuk, dong?
Kan, SDA-nya berlimpah? Lalu bagaimana dengan Arab Saudi dan Afrika
Selatan?
Tidak semua negara penghasil komoditas memiliki mata uang
yang bisa disebut Dolar Komoditas. Secara teknis, mata uang
beberapa negara berkembang dengan limpahan komoditas berharga memang
termasuk mata uang komoditas. Akan tetapi, mereka belum masuk
kriteria Dolar Komoditas yang diperdagangkan secara bebas di pasar
forex. Alasannya, perdagangan komoditas di negara berkembang
biasanya masih diregulasi ketat oleh pemerintah. Jadi, tidak semua
kalangan trader dapat mengakses pertukaran mata uang negara-negara
semacam itu.
Mata uang Dolar Kanada, Dolar Australia, dan Dolar
Selandia Baru menjadi pilihan mata uang komoditas utama,
karena memiliki aktivitas ekspor komoditas tinggi, dan nilai tukar
mata uangnya diperdagangkan secara bebas serta terbuka.
Apa Alasan Trading Dolar
Komoditas ?
Jawabannya sederhana saja: sebagai trader, kita harus peka
terhadap peluang trading di pair manapun, termasuk trading Dolar
Komoditas. Tentu saja, peluang untuk meraih keuntungan akan
semakin besar bila Anda mengetahui aspek-aspek penting penggerak
harga pasar.
Perlu dicatat, likuiditas Dolar Komoditas relatif lebih kecil
dibanding pair mayor "kelas berat" seperti EUR/USD, GBP/USD
dan USD/JPY. Artinya, dalam kondisi pasar normal, range pergerakan
Dolar Komoditas lebih kecil dari pair mayor. Walaupun begitu, bukan
berarti tiga pair komoditas yang diulas di sini kurang menguntungkan.
Pada momen tertentu, Anda bisa meraih keuntungan besar dari
tren pergerakan Dolar Komoditas.
Contoh
Reversal Trend:

Garis
biru adalah grafik pergerakan harga EUR/USD, sedangkan AUD/USD
diwakili oleh garis hijau. Bila diperhatikan, pola harga AUD/USD
memberikan sinyal reversal lebih jelas daripada pair bandingannya.
Setelah AUD/USD menembus titik tertinggi tiga bulanannya pada level
0.80575, pembalikan harga terbentuk lebih curam dari apa yang
direfleksikan di chart EUR/USD. Dengan demikian, peluang trading
Dolar Komoditas jelas lebih menguntungkan bagi trader yang berprinsip
beli di harga murah, jual di harga mahal.
Intinya, dengan memperluas jenis-jenis pair, semakin
banyak pula peluang trading yang dapat Anda temukan.
Selebihnya, Anda dapat mempertajam akurasi sinyal trading Dolar
Komoditas dari peluang-peluang tersebut dengan analisa
teknikal.
Bagaimana Cara Dapat Untung Dari Trading Dolar
Komoditas ?
Aturan dasarnya, nilai tukar Dolar Komoditas berbanding
lurus dengan pergerakan harga komoditas dari negara terkait di pasar
global. Misalnya, saat harga minyak mentah menurun di pasar
global, maka nilai tukar mata uang negara pengekspor komoditas juga
akan mengalami kontraksi.
Misalnya
seperti pada contoh chart berikut:
Pada
chart di atas, grafik biru adalah pergerakan harga emas (XAU/USD).
Sekilas, pergerakan harga AUD/USD mengikuti tren harga emas. Kenapa
bisa begitu? Karena
emas adalah salah satu ekspor utama Australia. Jadi saat harga
emas naik, maka nilai tukar Aussie akan ikut terkatrol.
Inilah contoh dasar dari dinamika trading Dolar Komoditas.
Berikutnya,
amati perilaku harga (Price Action) di area-area Resistance atau
Support penting. Dari contoh di atas, harga emas berada pada
titik tertinggi 4 bulanannya, sehingga rentan terhadap koreksi atau
reversal. Pada kesempatan tersebut kita perlu menunggu konfirmasi
sinyal Bearish untuk membuka posisi Short (Sell) pada AUD/USD.
Lingkaran
merah menyoroti terbentuknya formasi candlestick Bearish
Three Inside Down, yang merupakan konfirmasi untuk peluang sell.
Posisi Short dibuka pada level 0.80350, lalu ditahan hingga 1 minggu
untuk mencapai target profit di kisaran Fibonacci Retracement 50%.
Voila, profit sekitar 200 pips berhasil diraih dengan
bantuan analisa teknikal di Dolar Komoditas.
Gimana? Masih belum puas? Atau malah bingung?
Mari kita intisarikan saja supaya bisa
bereksperimen sendiri, atau setidaknya bisa mendapat pencerahan bagi
yang masih pening.
Pertama, ada tiga Dolar Komoditas unggulan;
silahkan pilih sesuai selera. Kalau Anda dulunya suka trading Emas,
ambil AUD/USD. Kalau hobi trading Oil, silahkan pungut USD/CAD. Terus
kalau NZD/USD? Itu kalau Anda memahami perdagangan komoditas olahan
susu (Global Dairy Trade).
Kedua, perhatian bagaimana sifat korelasi antara
pair Dolar Komoditas tujuan dengan pergerakan harga komoditas. Kalau
korelasinya positif (contohnya, AUD/USD dengan XAU/USD), berarti arah
geraknya relatif searah. Sedangkan jika korelasinya negatif
(contohnya EUR/CAD dengan indeks WTI Crude), berarti pergerakannya
akan relatif bertentangan.
Ketiga, gunakan chart komoditas sebagai referensi
untuk membuka posisi di pair tujuan. Misalnya, kalau saat ini harga
minyak mentah WTI terjun menembus Support penting seperti garis
Simple
Moving Average berperiode 100 hari, maka awasi peluang sell di
pair-pair CAD. Saat pair CAD menunjukkan konfirmasi sinyal Bearish,
persiapkan posisi Short.
Bagi yang ingin tau lebih lanjut & belajar tentang trading komoditas bisa konfirmasi dulu di 083845798885 atau via e-mail : alisyarifudin2323@gmail.com
Note : GRATIS PELATIHAN